SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Juanda merilis peringatan dini terkait prakiraan cuaca di wilayah Jawa Timur pada Minggu (15/3/2026). Meskipun saat ini sudah memasuki masa pancaroba menuju kemarau, anomali cuaca masih berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat. Peringatan ini khususnya ditujukan bagi para pemudik yang tengah melakukan perjalanan melintasi jalur-jalur utama di Jawa Timur.
Menurut analisis BMKG, konsentrasi awan hujan pada siang hingga sore hari diprediksi akan terpusat di wilayah barat dan selatan Jawa Timur, mencakup jalur Mataraman seperti Nganjuk, Madiun, Kediri, hingga Trenggalek. Sementara itu, pada malam harinya, potensi hujan akan bergeser ke wilayah Pantai Utara (Pantura) seperti Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. Kondisi cuaca yang fluktuatif ini menuntut kewaspadaan ekstra dari para pengguna jalan, terutama mereka yang menggunakan moda transportasi roda dua.
Pihak kepolisian lalu lintas (Polantas) turut memberikan imbauan serius merespons prakiraan cuaca tersebut. Hujan deras yang mengguyur aspal yang sebelumnya panas dapat menyebabkan jalanan menjadi sangat licin akibat residu minyak dan debu yang terangkat. Selain itu, jarak pandang pengemudi (visibility) akan menurun drastis saat hujan badai terjadi. Pemudik motor sangat disarankan untuk tidak memaksakan diri berkendara di tengah hujan deras dan segera menepi di tempat istirahat yang aman, bukan berteduh di bawah jembatan layang yang dapat memicu kemacetan.
Seluruh pos pengamanan (Pospam) mudik di sepanjang jalur arteri telah diinstruksikan untuk menyalakan lampu rotator biru sebagai penanda panduan jarak jauh bagi pengendara. Masyarakat yang hendak berangkat mudik pada hari ini diimbau untuk mengecek kembali kondisi kelayakan kendaraan, memastikan penghapus kaca (wiper) mobil berfungsi optimal, serta membawa perlengkapan pelindung cuaca yang memadai. Pantauan cuaca secara real-time dapat diakses publik melalui aplikasi Info BMKG guna merencanakan jadwal keberangkatan dengan lebih aman.(red)