KEDIRI – Brigade Infanteri (Brigif) 16/Wira Yudha Kediri menerjunkan satu peleton prajuritnya untuk memperketat pengamanan di area kedatangan internasional Bandara Dhoho Kediri pada Minggu (15/3/2026). Langkah pengamanan ekstra ini dikhususkan untuk menyambut gelombang kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari berbagai negara seperti Malaysia, Hongkong, dan Taiwan yang memilih mudik lebih awal pada H-5 menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Komandan Brigif (Danbrigif) 16/Wira Yudha menegaskan bahwa pengerahan pasukan ini bertujuan untuk melindungi para "Pahlawan Devisa" dari berbagai potensi tindak kejahatan. Sasaran utamanya adalah memberantas praktik pungutan liar (pungli), pemerasan oleh oknum calo angkutan, hingga penipuan penukaran mata uang asing yang kerap menyasar para pekerja migran yang baru tiba di tanah air dalam kondisi lelah setelah menempuh penerbangan panjang.
Prajurit TNI AD yang bertugas tidak hanya melakukan penjagaan pasif di pintu keluar terminal kedatangan, tetapi juga berpatroli secara mobile di area parkir kendaraan dan stasiun bus bandara. Mereka bersinergi secara langsung dengan petugas Aviation Security (Avsec) dan aparat kepolisian setempat. Selain pengamanan, para prajurit juga tampak humanis membantu membawakan troli barang bawaan para PMI yang didominasi oleh perempuan dan ibu-ibu yang membawa anak kecil.
Kehadiran aparat militer berseragam loreng ini terbukti memberikan efek gentar (deterrence effect) bagi para pelaku kriminal, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman yang luar biasa bagi para PMI. Pemerintah daerah sangat mengapresiasi inisiatif jajaran TNI AD di Kediri ini. Diharapkan dengan pengawalan ketat ini, hasil keringat para pekerja migran selama bertahun-tahun di negeri orang dapat utuh dibawa pulang untuk dinikmati bersama keluarga tercinta di kampung halaman pada hari Lebaran.(red)