SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara masif menggelar pasar murah sebagai langkah intervensi untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tingkat konsumen. Program ini dilakukan sebagai respons atas fluktuasi harga sejumlah komoditas di pasar tradisional, sekaligus upaya pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Surabaya.
Pasar murah ini menyediakan berbagai kebutuhan dasar seperti beras, minyak goreng, gula pasir, hingga telur ayam dengan harga yang berada di bawah harga pasar atau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Distribusi pasar murah dilakukan secara tersebar di kantor-kantor kecamatan maupun kelurahan guna memudahkan akses warga dan memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Selain untuk membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Pemkot Surabaya bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk distributor besar dan Badan Urusan Logistik (Bulog), guna memastikan pasokan barang tetap lancar selama masa intervensi berlangsung. Pemantauan harga secara real-time terus dilakukan oleh dinas terkait untuk menentukan titik lokasi yang membutuhkan intervensi segera.
Melalui pasar murah ini, Pemerintah Kota Surabaya berharap gejolak harga bahan pokok dapat diredam, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan atau saat terjadi kendala distribusi. Warga diimbau untuk memanfaatkan program ini dengan bijak dan tidak melakukan aksi borong (panic buying), karena pemerintah menjamin stok kebutuhan pokok di wilayah Surabaya tetap dalam kondisi aman dan mencukupi.(red)
