JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi mengumumkan penambahan alokasi anggaran untuk tahun 2026. Peningkatan anggaran ini ditujukan untuk mengakselerasi tiga pilar utama dalam transformasi pendidikan nasional, yakni revitalisasi infrastruktur sekolah, perluasan digitalisasi pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia.
Langkah penambahan anggaran ini diambil guna menindaklanjuti prioritas pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan modern. Dana tersebut akan dialokasikan untuk memperbaiki gedung-gedung sekolah yang mengalami kerusakan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Selain perbaikan fisik, Kemendikdasmen juga berkomitmen memperkuat ekosistem digital dengan pengadaan perangkat teknologi dan akses internet guna mendukung metode pembelajaran yang lebih adaptif.
Sektor kesejahteraan pendidik menjadi salah satu fokus utama dalam penambahan anggaran kali ini. Pemerintah berencana meningkatkan penyaluran tunjangan serta memperluas jangkauan sertifikasi guru sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi tenaga pendidik. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas output pendidikan nasional secara berkelanjutan.
Selain infrastruktur dan kesejahteraan, anggaran tambahan tersebut juga akan menyasar penguatan kurikulum dan pelatihan kompetensi bagi para guru. Kemendikdasmen menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan ini agar setiap rupiah yang dikucurkan memberikan dampak nyata di lapangan. Dengan dukungan fiskal yang lebih kuat, pemerintah optimistis target pemerataan kualitas pendidikan di tanah air dapat tercapai lebih cepat. (red)
