SIDOARJO – Dalam sistem penanggalan tradisional masyarakat Jawa yang sangat sarat akan makna filosofis, hari Selasa, 10 Maret 2026, bertepatan dengan tanggal 21 Pasa (Ramadan) 1959 Tahun Dal. Berdasarkan perhitungan Primbon Jawa klasik, hari ini jatuh pada pasaran Legi dan berada di bawah siklus Wuku Wayang. Kombinasi antara hari Selasa (neptu 3) dan pasaran Legi (neptu 5) menghasilkan jumlah neptu 8, yang membawa karakteristik peruntungan dan watak tersendiri bagi mereka yang dilahirkan pada hari tersebut.
Berdasarkan literatur kuno warisan leluhur, individu yang bernaung di bawah weton Selasa Legi digambarkan memiliki kepribadian ibarat Wasesa Segara—seluas lautan. Mereka dikenal sebagai sosok pekerja keras, berhati lapang, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat kuat. Selain itu, naungan Wuku Wayang dengan lambang Dewa Bathari Sri dipercaya sering mendatangkan keberkahan rezeki yang melimpah jika dikerjakan dengan penuh ketekunan. Tidak heran jika banyak dari mereka meraih kesuksesan sebagai pengusaha, pendidik, maupun tokoh masyarakat.
Meski dianugerahi berbagai sifat positif, Primbon Jawa juga mengingatkan adanya kelemahan (sisi bayangan) dari weton ini. Seseorang dengan weton Selasa Legi cenderung memiliki watak yang keras kepala, mudah tersulut emosinya (Lakuning Geni atau seperti api), dan kerap memaksakan pendapatnya kepada orang lain. Keinginan untuk selalu menang dalam argumen serta sifat pencemburu sering kali memicu gesekan sosial jika tidak mampu dikendalikan dengan kematangan emosional dan spiritual.
Dari kacamata spiritual terkait penentuan hari baik (Dewasa Ayu), tanggal 10 Maret 2026 ini dianggap sebagai hari yang kurang membawa keberuntungan untuk menyelenggarakan acara besar, khususnya hajatan pernikahan. Para ahli pawukon (perhitungan wuku) juga menyarankan untuk menunda perjalanan jauh, terutama ke daerah dataran tinggi atau wilayah pegunungan yang rawan mara bahaya. Pemahaman atas perhitungan weton ini sejatinya bukanlah ramalan mutlak, melainkan sebuah panduan kearifan lokal Jawa agar manusia selalu berhati-hati, eling (ingat), dan mawas diri dalam mengambil setiap langkah kehidupan.(red)