Gugurnya Bintang Sejati: Jenderal Try Sutrisno Berpulang, Indonesia Kibarkan Bendera Setengah Tiang


  

Penghormatan Terakhir untuk Sang Jenderal yang Bersahaja

INDONESIA BERDUKA – Ibu Pertiwi kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, telah berpulang ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa pada Minggu (1/3/2026). Kepergian beliau tidak hanya meninggalkan lubang besar dalam struktur pilar militer tanah air, tetapi juga menyisakan duka mendalam bagi rakyat yang mengenalnya sebagai sosok pemimpin yang teduh, disiplin, namun tetap rendah hati hingga akhir hayatnya.

Pemerintah Republik Indonesia segera menetapkan protokol Kabung Nasional dan menyiapkan upacara pemakaman militer dengan penghormatan tertinggi. Sejak kabar duka tersiar, suasana di rumah duka dan Markas Besar TNI nampak khidmat dengan bendera setengah tiang yang berkibar lesu ditiup angin. Protokol kenegaraan ini merupakan bentuk apresiasi terakhir atas pengabdian tanpa batas sang Jenderal yang pernah berdiri tegak menjaga kedaulatan NKRI di masa-masa paling krusial dalam sejarah bangsa.

Menengok kembali rekam jejaknya, Try Sutrisno adalah anomali di tengah kekuasaan. Sebagai mantan Panglima ABRI, beliau mewarisi ketegasan militer yang dipadukan dengan kesantunan budi pekerti khas pria Jawa. Selama menjabat sebagai Wakil Presiden (1993-1998), beliau dikenal sebagai "jembatan" yang menghubungkan berbagai kepentingan dengan kepala dingin. Kejujuran dan loyalitasnya bukan hanya menjadi catatan sejarah, melainkan menjadi standar moral bagi setiap perwira TNI yang kini tengah meniti karier di medan bakti.

Hari ini, di tengah persiapan prosesi pelepasan jenazah, ribuan pelayat mulai memberikan penghormatan terakhir. Sosok yang selalu tampil rapi dengan senyum tulus ini akan segera menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Selamat jalan, Jenderal. Terima kasih atas setiap peluh dan pemikiran yang telah engkau wakafkan untuk negeri ini. Indonesia tidak akan melupakan pengabdianmu yang tulus dan sosokmu yang tetap membumi meski telah menduduki puncak tertinggi kekuasaan.(red)


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال