KABUPATEN KEDIRI, JAWA TIMUR – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, secara resmi menggagas pendirian kawasan budidaya ikan terpadu sebagai upaya mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di sektor perikanan darat. Langkah ini dirancang untuk menciptakan ekosistem budidaya yang lebih terstruktur, mulai dari penyediaan bibit unggul, manajemen pakan, hingga akses pasar yang lebih luas. Melalui zonasi kawasan ini, pemerintah daerah berupaya meningkatkan standarisasi kualitas hasil panen para pembudidaya lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun mancanegara.
Gagasan ini lahir sebagai respons atas besarnya potensi komoditas perikanan di wilayah Kediri, seperti ikan lele, gurami, dan nila, yang selama ini masih dikelola secara parsial oleh masyarakat. Dalam konsep kawasan budidaya yang diusulkan, para petani ikan akan mendapatkan pendampingan teknis secara intensif serta dukungan infrastruktur pendukung yang memadai. Bupati menekankan bahwa integrasi antara teknologi budidaya modern dan kearifan lokal menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga pembudidaya.
Selain fokus pada produktivitas, proyek kawasan budidaya ini juga diharapkan dapat menjadi pusat edukasi dan inovasi perikanan di Jawa Timur bagian barat. Pemkab Kediri berencana menggandeng berbagai pihak, mulai dari akademisi hingga sektor swasta, untuk memastikan rantai pasok dari kawasan ini tetap stabil dan efisien. Dengan adanya kawasan budidaya yang mandiri, Kabupaten Kediri optimis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pemasok protein ikan terbesar di regional sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.(red)
.webp)